http://Rajawali Times tv.com Pasuruan 9 Mai 2026 PT.Cakrawala Cita Sat Nusa akhirnya angkat bicara terkait beredarnya berita yang sudah tayang dan informasi di sejumlah media online , yang menuding perusahaan tersebut di Duga melakukan praktik penipuan dalam rekrutmen pengelolaan tenaga kerja outsourcing di lingkungan RSUD Soedarsono Purut kota Pasuruan ,
Dalam klarifikasi resmi yang di sampaikan kepada awak media dan melaui telokomre ke Media Rajawali Times .com pada hari Sabtu (09/05/2026) di Kota Pasuruan Direktur Utama PT Cakcawala Cita Satnusa , di wawancarai oleh bebepa Media Online, menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang beredar tidak berdasar dan cenderung merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap perusahaan.
Kami sangat miris terkait informasi yang beredar di media online tersebut. Apa yang disampaikan tidak sesuai fakta dan jauh dari konteks yang sebenarnya,” ujar Direktur PT.Caktawala Cita Satnusa
Deden menjelaskan, tudingan bahwa PT . Cakrawala Cita Satnusa melakukan pengutan liar rekrutmen Karyawan dalam pengelolaan tenaga kerja outsourcing di lingkungan RSUD Soesudarsono purut Kota Pasuruan terhadap pemberitaan tersebut adalah keliru dan tidak benar (Hoak) Menurutnya,
istilah dalam aturan hukum adalah penguasaan dan atau pemasaran barang dan jasa oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha yang menyebabkan persaingan usaha tidak sehat. Namun dalam praktiknya, PT . Cakrawala Cita Satnusa justru hanya mengelola sebagian kecil tenaga outsourcing.
“Dari kebutuhan sekitar 50 tenaga kerja kurang lebih di lingkungan Kota pasuruan yang kami rekrut sebagian ,PT.Cakrawala Cita Satnusa hanya melaui agen-agen tenaga kerja outsourching kurang dari beberapa org tepatnya . Lalu di mana letak kesalahan kami kalou ada yang bayar ,buktikan sesui data sperti yang dituduhkan?” tegas nya Direktur PT.Cakrawala Citasatnusa .
“Ada beberapa perusahaan outsourcing di luar PT .Cakrawala justru mendapatkan kuota tenaga kerja outsourching yang lebih banyak dan menag tender. dan bahkan telah lama bekerja sama selama bertahun-tahun di lingkungan Kota pasuruan Namun justru tidak pernah disorot. Ada dugaan beberapa perusahaan outsourching di luar PT
Cakrawala Cita Satnusa dalam hal mendapatkan pengadaan tenaga kerja outsouching itu mendapatkan perlakuan khusus, dari oknum pejabat di lingkungan kota Pasuruan dan oknum Legislator,” ungkap Deden
Kemudian, Deden menegaskan apabila publik menginginkan keterbukaan dalam pengadaan tenaga kerja Outsourcing di kota pasuruan tentu PT .Cakrawala Cita Satnusa siap dan bersedia terhadap hal itu. Namun hal itu harus juga diberlakukan kepada perusahaan-perusahaan penyedia tenaga kerja outsourching lainnya. Agar tercipta penyajian informasi yang adil dan proporsional, sehingga publik pun dapat mengetahuinya.
Selain isu pungli PT .Cakrawala Cita Satnusa juga membantah keras tuduhan terkait berita ,pungli rekrutmen karyawan, Deden menegaskan bahwa perusahaan telah menjalankan secara aturan hukum rekrutmen sesuai dengan ketentuan dalam regulasi aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
“Seluruh kewajiban PT .Cakrawala Cita Satnusa tentang Rekrutmen kepada calon karyawan sudah kami jalankan denagan baik , dan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Deden
Kemudian menanggapi berita terkait adanya dugaan bayar admin dana yang masuk kepada kami bisa di cek rekening koran kami ,Deden menegaskan bahwa hal tersebut adalah sangat tidak benar.
“Saya tegaskan bahwa berita yang beredar di media online dan media sosial, dengan narasi berita bahwa adanya dugaan sangat tidak benar bahkan dapat dikatakan itu merupakan fitnah yang sangat keji yang dapat merugikan kami selaku pelaku usaha jasa begitu pun kepada kami pribadi ,pungkas nya Deden
PT.Cakrawala cita satnusa juga menyoroti kredibilitas informasi pemberitaan yang beredar. Menurut Deden, informasi tersebut tidak pernah melalui proses konfirmasi atau wawancara dengan pihak PT .Cakrawla Cita Satnusa .
Deden menilai pemberitaan dan yang beredar di media online tersebut tidak memiliki sumber informasi yang jelas dan berimbang. Bahkan cenderung menyesatkan publik.
“Judul pemberitaannya menyebutkan PT.Cakrawala Cita Satnusa menipu rekrutmen narasi pemberitaannya tidak komprehensif dan proporsional, bahkan cenderung mengarah kepada fitnah” ujar Deden
Terkait langkah hukum, pihak PT.Cakrawala Cita Satnusa mengaku telah menyiapkan opsi somasi dan langkah hukum terhadap media online yang memuat pemberitaan tersebut.
“Somasi sebenarnya sudah kami siapkan, termasuk tidak menutup kemungkinan untuk melakukan segala upaya hukum yang berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam ranah hukum pidana dan perdata. Langkah tersebut akan kami tempuh sebagai upaya terakhir,” tegas Deden
Deden menambahkan bahwa PT.Cakrawala Cita Satnusa berusaha untuk menjadi perusahaan yang mengedepankan profesionalisme di dalam kegiatan usahanya dan juga tidak menutup diri terhadap saran dan kritik yang membangun demi kebaikan bersama-sama (karyawan dan mitra kerja).
Menutup pernyataannya, PT . Cakrawala Cita Satnusa mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya pemberitaan yang menggiring Opini dan Nerasi tidak jelas .
“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Bantahan seperti ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merugikan banyak pihak,” pungkas Deden
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, arus informasi yang cepat perlu diimbangi dengan verifikasi yang cermat. Tanpa itu, hoaks tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materiil dan immateriil serta dampak sosial yang lebih luas.
Pewarta:Sujai Wartawan Rajawali Times .com






