http://Rajawali Times tv.com kabupaten Tangerrang — Gabungan organisasi masyarakat kabupaten Tangerang gelar aksi unjuk rasa di depan Gedung dewan DPRD Tigaraksa, unjuk rasa tersebut untuk menyampaikan aspirasi kepada dewan sehubungan dengan kenaikan bahan bakar Minyak BBM.
Mereka menilai dengan kenaikan tersebut dapat mempengaruhi roda ekonomi yang berujung pada kenaikan bahan pokok makanan, baik pada dunia industri hal ini, bahkan berdampak dari kenaikan harga BBM berpotensi menambah biaya pengeluaran setiap harinya.
Kedatangan mereka menyampaikan aspirasinya untuk kemudian dapat diplow up oleh wakil rakyat ke pemerintah daerah maupun pusat dan ini sangat penting agar pemerintah pusat dapat membatalkan kebijakan yang dinilai meresahkan masyarakat.
“Keresahan masyarakat kini kian dirasakan dan membuat para aktifis turut serta mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.
Masyarakat mengharapkan kebijakan yang lebih baik dan pro rakyat, dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.Masyarakat keluhkan biaya yang harus digelontorkan untuk kelanjutan hidup setiap harinya,
“Ia ya pak kami masyarakat masih ketergantungan dalam penggunaan BBM untuk kehidupan, tanpa BBM, berpotensi memutus perekonomian,” ujarnya.
Masyarakat meminta, pemerintah untuk lebih peduli terhadap nasib rakyat kecil baik yang berpenghasilan rendah dan berharap dapat mewujudkan aspirasi dengan menunda kenaikan atau membatalkan kenaikan BBM.
Pandangan masyarakat, Negara RI Mempunyai Ladang Minyak sumber energi tersebut dinilai mumpuni untuk menutupi devisit.
Seiring dengan gejolak Geopolitik di mancanegara yang dapat mempengaruhi ekonomi dunia, termasuk Indonesia yang juga mengalami krisis BBM akibat perang di Timur Tengah. Akibat invasi Amerika Serikat terhadap Iran. Yang berpotensi mempengaruhi perekonomian dunia.
Aksi ini mengusung tema: “Tolak Kenaikan BBM Non-Subsidi yang Sangat Keterlaluan dan Hentikan Pemiskinan Rakyat”.
Aktifis H. Alamsyah, yang juga selaku Ketua Umum LSM Geram Banten Indonesia dan juga CEO Geram Grup, menyampaikan bahwa aksi ini dipicu oleh lonjakan harga yang tidak masuk akal, yang berpotensi meresahkan masyarakat baik daerah maupun pusat.
Dirinya menyoroti loncajokan harga dalam sebulan, harga Pertamina Dex melesat 64 persen, dari Rp14.500 menjadi Rp27.900 per liter per 4 Mei 2026 ini bisa disebut mencekik rakyat sendiri,” tegasnya.
Pewarta Denilo.
Redaksi Piter Siagian






