DAERAH

Mahasiswa BEM UMJ Gelar Aksi Protes Sampah di Kantor Wali Kota Tangsel

15
×

Mahasiswa BEM UMJ Gelar Aksi Protes Sampah di Kantor Wali Kota Tangsel

Sebarkan artikel ini
oppo_2

http://Rajawali Times Tv. Com, TANGERANG SELATAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis sore (8/1).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap buruknya penanganan sampah yang dinilai semakin tidak terkendali, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sampah menggunakan dua unit mobil truk dan membuangnya di halaman kantor Wali Kota Tangerang Selatan. Aksi simbolik itu dilakukan sebagai wujud kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja pemerintah daerah yang dianggap lamban dan tidak serius menangani persoalan sampah.

Perwakilan mahasiswa BEM UMJ, Ikbal Ramdoni, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan sampah telah berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah sepele.

“Kami mendesak Dinas Lingkungan Hidup untuk segera melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh dan rutin, terutama di titik-titik rawan penumpukan sampah,” ujar Ikbal.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut Wali Kota Tangerang Selatan agar segera mengambil langkah konkret dan tegas dalam menyelesaikan persoalan sampah yang telah menumpuk di berbagai wilayah. Mereka meminta pemerintah daerah menambah armada pengangkut sampah serta memastikan proses pengangkutan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

BEM UMJ juga menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan agar permasalahan serupa tidak terus berulang. Dalam tuntutannya, mahasiswa menegaskan bahwa Wali Kota Tangsel harus bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.

Tak hanya itu, massa aksi turut menyoroti transparansi pengelolaan infrastruktur residu sampah, terutama terkait penggunaan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Mereka meminta pemerintah daerah bersikap terbuka kepada publik terkait kebijakan, anggaran, serta implementasi teknologi tersebut.

“Meningkatkan transparansi Dinas Lingkungan Hidup dan akuntabilitas kinerja kepada publik adalah hal yang mutlak. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana pengelolaan sampah dilakukan,” tegas Ikbal.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan relatif kondusif. Mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Chrdn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *