DAERAH

Pondok Aren Jadi Kecamatan Pertama Terapkan Teba Sampah Organik di Tangsel

16
×

Pondok Aren Jadi Kecamatan Pertama Terapkan Teba Sampah Organik di Tangsel

Sebarkan artikel ini

http://Rajawali Times Tv. Com, TANGERANG SELATAN – Menindaklanjuti arahan Camat Pondok Aren, seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Pondok Aren bergerak serentak melakukan langkah konkret penanggulangan sampah melalui pembuatan lubang teba (tegal) dan lubang biopori, Selasa (13/1/2026).

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pondok Aren, Ma’mun, menyampaikan bahwa sejak pagi pihak kecamatan bersama jajaran kelurahan turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan arahan pimpinan berjalan optimal.

“Alhamdulillah, hari ini semua kelurahan bergerak serempak. Lubang teba sudah dibuat, sebagian juga membuat lubang biopori. Saat ini tinggal menunggu beberapa alat yang masih dalam proses, namun lubang-lubangnya sudah selesai dibuat,” ujar Ma’mun.

Ma’mun menjelaskan, pemantauan sementara masih difokuskan di internal wilayah kelurahan. Meski demikian, keterlibatan masyarakat mulai terlihat, khususnya di Kelurahan Pondok Betung, di mana sejumlah RT telah mulai bergerak setelah dilakukan komunikasi langsung.

“Tadi kami turun ke Pondok Betung dan bertemu langsung dengan beberapa RT. Mereka sudah mendapat arahan dari lurah dan hari ini mulai bergerak, dengan prioritas utama pada penguatan bank sampah,” jelasnya.

Ia berharap seluruh lurah dapat membaca situasi terkini dan konsisten mengikuti arahan pimpinan agar persoalan sampah dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Harapan kami, dengan kondisi saat ini, semua lurah bisa sigap mengikuti arahan pimpinan. Mudah-mudahan persoalan sampah di wilayah Pondok Aren dapat tertangani dengan baik,” tambahnya.

Ke depan, setiap RT diharapkan memiliki titik pengelolaan sampah masing-masing, termasuk pembuatan lubang teba di wilayahnya. Sementara itu, program bank sampah telah berjalan di beberapa RW dan terus didorong pengembangannya.

“Untuk bank sampah, di beberapa kelurahan sudah berjalan, seperti di Japos, Pondok Pucung, dan Pondok Aren. Untuk kelurahan lainnya, para RW saat ini sedang berkoordinasi dengan RT guna menentukan titik bank sampah,” ungkap Ma’mun.

Terkait Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Ma’mun menyebutkan saat ini baru tiga kelurahan yang telah memilikinya. Namun demikian, seluruh lurah sedang mengkondisikan dan menyiapkan lokasi agar TPS 3R dapat terealisasi di setiap kelurahan.

“Memang baru tiga kelurahan yang memiliki TPS 3R. Harapan kami, seluruh kelurahan dapat segera menyiapkan lokasi agar pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kecamatan Pondok Aren tercatat sebagai kecamatan pertama di Kota Tangerang Selatan yang memulai pengolahan sampah melalui sistem Teba Sampah Organik. Program ini dilaksanakan serentak di 11 kelurahan se-Kecamatan Pondok Aren sebagai bagian dari upaya penanganan darurat sampah dari hulu.

Camat Pondok Aren, H. Hendra, SH., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Tangerang Selatan yang disampaikan melalui Wakil Wali Kota untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah dengan pendekatan berbasis wilayah.

“Hari ini kami serentak di Kecamatan Pondok Aren dan 11 kelurahan melaksanakan pengolahan sampah dari hulu. Ujung tombaknya ada di kecamatan dan kelurahan, sehingga kami memberi contoh langsung dengan membuat teba sampah organik dan biopori komposter,” ujar Hendra saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pengolahan sampah tidak harus selalu berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui sistem teba dan komposter, sampah organik dapat dikelola sejak dari rumah tangga, perkantoran, hingga lingkungan RW.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar memilah sampah dari rumah. Sampah organik dapat dikelola, sementara sampah lainnya disalurkan melalui bank sampah di tingkat RW. Saat ini sedang kami galakkan agar setiap RW memiliki bank sampah yang dikelola langsung oleh ketua RW,” jelasnya.

Hendra menambahkan, Pemerintah Kecamatan Pondok Aren bersama kelurahan, unsur masyarakat, serta Dekranasda juga mulai membudayakan kegiatan yang minim sampah, termasuk penggunaan bahan ramah lingkungan dalam setiap aktivitas pemerintahan.

“Melalui kerja bakti hari ini, kami ingin membudayakan pemilahan sampah di kantor-kantor pemerintahan. Harapannya, gerakan ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Pondok Aren,” katanya.

Ia mengakui persoalan sampah merupakan masalah klasik yang dihadapi hampir seluruh daerah. Namun, solusi tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

“Masalah sampah tidak akan selesai kalau hanya saling menyalahkan. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Masih kami temukan warga membuang sampah di trotoar dan pinggir jalan. Ini bukan hal baru, tapi sudah berlangsung lama,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Pondok Aren juga mendorong penguatan TPS 3R di setiap kelurahan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu. Namun demikian, Hendra menekankan bahwa dukungan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.

“Kami sebagai pemerintah kecamatan dan kelurahan siap mendukung penuh langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Namun tanpa dukungan masyarakat, penanganan sampah akan sangat berat. Harapan kami satu, masyarakat harus sadar bahwa sampah harus dikelola bersama, dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya.

Chrdn

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *