http://Rajawali Times tv.com
Siantarasa// 14 Januari 2026 program penyaluran air bersih kerumah warga desa Siantarasa kini disorot publik pasalnya pemasangan pipa air bersih dan perangkat penyaluran kini tidak berfungsi total, program tersebut seugianya untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air untuk kebutuhan menanak di setiap rumah warga.
Menurut keterangan warga setempat bahwa kegiatan pembangunan air bersih yang awalnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat bahkan hal itu, sangat di nantikan oleh pihak mereka.
“Ia menuturkan bahwa pemasangan air bersih tersebut hanya bertahan dua bulan saja selebihnya tidak berfungsi, hal itu dinilai sebagai ajang buang buang anggaran yang menurutnya sebagai Bancakan oleh oknum pemangku kepentingan.
Lebih lanjut ia berharap program penyaluran air bersih tersebut bukan cuma sekedar pemasangan yang tidak berfungsi akan tetapi berkesinambungan dan bermanfaat bagi warga.
“Tak hanya itu, Ia berharap program program yang lain juga dapat berjalan sesuai dengan tupoksi dan kegunaan yang lebih pada apa yang sudah di mufakatkan dalam musdes ( musyawarah desa ) sehingga lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Program penyaluran air bersih tersebut berasal dari uang rakyat yang mana diperoleh dari anggaran pendapatan belanja negara dan pemungutan melaui retribusi pajak rakyat dan Proyek pembangunan air bersih tersebut menelan anggaran Rp. 258.850.100., dengan volume pekerjaan pembangunan dua tungku penampung air bersih dengan pipa 1525,5 meter tahun Anggaran 2020 dengan masa waktu kerja 90 hari kerja kalender.
Ironis sekali jika pemerintah setempat membiarkan saluran air bersih terputus Tanpa ada koreksi dan evaluasi dari hasil kerja yang di tuntaskan.
Dihimbau inspektorat, BPK dan APH dapat melakukan Audit dan penyelidikan terhadap proyek yang di Disinyalir tidak sesuai harapan masyarakat dan di anggap hanya sebatas buang buang anggaran.
Selain itu, proyek tersebut di duga kuat asal jadi dan berpotensi merugikan negara dan rakyat. Hal itu, berdasarkan investasi dilapangan benar aja bahwa proyek tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Sehingga mereka kecewa terhadap pembiayaan yang digelontorkan melalui anggaran dana desa Siantarasa.
Redaksi Piter Siagian AMd












