DAERAH

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik”Versi Pria dan Sekaligus “Prabowo” Level Sidoarjo

5
×

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik”Versi Pria dan Sekaligus “Prabowo” Level Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

 

http://Rajawali Times Tv. Com, SIDOARJO -Mimik Idayana yang viral karena getol bela rakyat dan berdayakan rakyat miskin persis seperti yang dilakukan dokter andre yulius saat ini. Dokter asal Sidoarjo yang viral.

Hal ini disampaikan Abdullah Amas, Ketua Umum DPP Partai MASYUMI RI. Amas menyebut semua yang dilakukan Mimik ada pada Dokter Andre Yulius. Mulai dari bergaul tanpa sekat, diterima lintas elite Partai dan Ormas dan lainnya. “Dokter Andre rajin turun bantu kesehatan gratis, jor joran bantu rakyat, dia memprioritaskan rakyat, dia adalah aset zaman besar sidoarjo saat ini dan wujud doa para pahlawan pahlawan sidoarjo bagi masa

Di sudut-sudut Sidoarjo yang bising oleh deru industri dan debu jalanan, muncul sebuah narasi baru yang mencoba mendobrak kemapanan elite politik lokal. Nama Dokter Andre Yulius tiba-tiba menyeruak, bukan sekadar sebagai praktisi kesehatan yang linuwih, melainkan sebagai personifikasi dari dua tokoh besar: Mimik Idayana dan Prabowo Subianto.

Analogi ini bukan tanpa dasar. Abdullah Amas, Ketua Umum DPP Partai Masyumi RI, menyebut Andre sebagai “aset zaman” bagi Sidoarjo. Sebuah klaim berani yang menempatkan sang dokter dalam peta persaingan pengaruh di Bumi Jenggolo.

DNA Filantropi: Replika Mimik Idayana

Jika Mimik Idayana dikenal karena keberaniannya membela kaum marjinal dan pemberdayaan ekonomi rakyat miskin, Andre Yulius tampaknya mengambil rute yang sama melalui jalur medis dan sosial. Amas menilai, pola gerakan Andre adalah “Mimik versi pria.”

Tanpa Sekat: Andre dikenal cair berkomunikasi, mulai dari elite partai hingga akar rumput ormas.

Aksi “Jor-joran”: Bukan sekadar janji, Andre kerap turun ke lapangan memberikan layanan kesehatan gratis dengan intensitas yang tinggi.

Prioritas Kerakyatan: Di mata para pendukungnya, Andre adalah wujud konkret dari doa-doa para pahlawan Sidoarjo yang menginginkan pemimpin dengan keberpihakan total pada rakyat.

“Dokter Andre memprioritaskan rakyat. Dia adalah wujud doa para pahlawan Sidoarjo bagi masa depan daerah ini,” ujar Abdullah Amas dengan nada retoris yang tajam.

Resiliensi Sang Pendekar Politik

Analisa paling menarik muncul saat membandingkan Andre dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Dalam kacamata politik, Andre Yulius adalah sosok yang akrab dengan kekalahan, namun asing dengan kata menyerah.

Aspek Perbandingan Karakteristik Andre Yulius Filosofi Prabowo

Rekam Jejak Gagal di legislatif dan kontestasi kandidat Pilkada. Kalah berkali-kali dalam Pilpres sebelum menang.

Mentalitas Tetap konsisten bergerak meski tanpa jabatan. “Jatuh bangun lagi”, mentalitas pendekar.

Orientasi Tak memikirkan untung-rugi dalam perjuangan. Rela berkorban demi kedaulatan dan rakyat.

Amas menjuluki Andre sebagai “Panglima Sidoarjo” yang pantang menyerah demi Prabowo. Meski berkali-kali terhempas dalam dinamika tiket politik, Andre tetap tegak lurus pada garis perjuangan yang ia yakini. Ini adalah anomali di tengah pragmatisme politik Sidoarjo, di mana tokoh biasanya akan menghilang setelah kalah dalam kontestasi.

Ketelitian di Balik Layar

Politik bagi Andre bukan hanya soal panggung besar, tapi juga soal logistik dan martabat. Amas mengenang bagaimana sang dokter terjun langsung memantau detail teknis dalam setiap acara yang digelarnya.

“Dia memastikan panitia dan peserta tidak kekurangan makanan. Hal-hal detail diperhatikan betul,” kenang Amas. Ketelitian ini menunjukkan sisi manajerial sekaligus empati seorang pemimpin yang tidak ingin rakyatnya “kelaparan” saat mengikuti barisannya.

Analisis Abdullah Amas : Antara Filantropi dan Momentum Politik

Langkah Andre Yulius yang “jor-joran” membantu rakyat adalah investasi sosial yang mahal. Namun, tantangan terbesarnya adalah mengonversi kedermawanan tersebut menjadi modal politik yang solid di tengah sistem yang masih didominasi oleh kekuatan struktur partai besar di Sidoarjo.Jika Andre mampu mempertahankan konsistensi ini, ia tidak hanya akan menjadi “The Next Mimik” atau “Prabowo Level Sidoarjo,” tapi bisa menjadi standar baru bagi politisi lokal: bahwa pelayanan rakyat tidak boleh berhenti hanya karena gagal mendapatkan kursi.
(Redho Fitriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *