NEWS

Pembinaan Mental dan Spiritualitas Brimob di SPN Bangsal Mojokerto: Menanamkan Empati sebagai Nafas Pengabdian untuk Rakyat

8
×

Pembinaan Mental dan Spiritualitas Brimob di SPN Bangsal Mojokerto: Menanamkan Empati sebagai Nafas Pengabdian untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

http://Rajawali Times tv.com Mojokerto – Dalam upaya membentuk karakter anggota Brimob yang tidak hanya tangguh secara fisik namun juga matang secara moral dan spiritual, kegiatan Pembinaan Mental dan Spiritualitas Pendidikan Brimob digelar di Sekolah Polisi Negara Bangsal Mojokerto, Minggu (22/2/2026) pukul 16.00 WIB.

Kegiatan yang mengusung tema “Pentingnya Empathy Brimob bagi Masyarakat, Nusa dan Bangsa” ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi para peserta didik. Di tengah dinamika sosial dan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, empati dinilai sebagai fondasi utama dalam menjalankan pengabdian.

Hadir sebagai mentor dalam kegiatan tersebut IPTU Hari Tjahjono, SH, yang menjabat sebagai Pamin II Inspektur SPN Polda Jatim. Dengan pengalaman dan dedikasinya di dunia kepolisian, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan nurani dalam setiap pelaksanaan tugas.

Turut memberikan materi dan motivasi, sosok yang dikenal luas sebagai “Dokter Idola Rakyat”, Andre Yulius, MH. Dalam penyampaiannya, Dr. Andre menegaskan bahwa kekuatan aparat keamanan akan menjadi sempurna apabila dibingkai dengan kepedulian terhadap rakyat kecil.

Menariknya, IPTU Hari Tjahjono dan Dr. Andre Yulius tidak hanya dipertemukan dalam forum pembinaan ini, tetapi keduanya juga sama-sama merupakan anggota Majelis GIA Mojosari Mojokerto. Kebersamaan mereka dalam wadah pembinaan spiritual tersebut semakin memperkuat sinergi antara nilai profesionalitas dan nilai religiusitas dalam membentuk karakter aparat yang berintegritas.

Dalam sambutannya, IPTU Hari Tjahjono menyampaikan, “Brimob adalah garda terdepan dalam berbagai situasi krisis. Namun kekuatan tanpa empati akan terasa kering. Jadilah aparat yang tegas dalam tindakan, tetapi tetap memiliki hati yang peka terhadap penderitaan masyarakat.”

Sementara itu, Dr. Andre Yulius menyampaikan pesan yang menggugah hati para peserta didik. “Seragam yang kalian kenakan adalah amanah. Di balik setiap tugas, ada doa rakyat yang ingin merasa aman. Jika empati tertanam kuat dalam jiwa, maka setiap langkah pengabdian akan menjadi ladang kebaikan bagi nusa dan bangsa.”

Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan. Para peserta terlihat larut dalam perenungan ketika pembahasan menyentuh tanggung jawab moral aparat sebagai wajah negara di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang tampak tersentuh ketika diingatkan bahwa pengabdian sejati bukan hanya soal keberanian, tetapi juga ketulusan.

Menutup kegiatan tersebut, IPTU Hari Tjahjono dan Dr. Andre memberikan pesan kebangsaan yang menguatkan.

“Bangsa ini membutuhkan aparat yang berani sekaligus berhati nurani. Ketika empati menjadi nafas dalam setiap tugas, maka Brimob tidak hanya disegani, tetapi juga dicintai rakyat,” tegas IPTU Hari.

Dr. Andre menambahkan, “Empati adalah jembatan antara kekuasaan dan kemanusiaan. Tanamkan itu dalam setiap langkah. Karena dari sanalah lahir pengabdian yang mulia dan bermartabat.”

Melalui pembinaan mental dan spiritualitas ini, diharapkan lahir generasi Brimob yang profesional, humanis, berintegritas, serta mampu menjadi pelindung sejati bagi masyarakat, nusa dan bangsa. Sebab pada akhirnya, kekuatan terbesar seorang aparat bukanlah pada senjata yang dibawa, melainkan pada hati yang mampu merasakan dan melindungi dengan tulus.

(Redho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *