NASIONALNEWSPERISTIWA

PERANG IRAN VS. AS DAN ISRAEL SERTA DAMPAKNYA BAGI INDONESIA.

7
×

PERANG IRAN VS. AS DAN ISRAEL SERTA DAMPAKNYA BAGI INDONESIA.

Sebarkan artikel ini

http://Rajawali Times tv.com Djakarta 5 Maret 2026. Perang terbuka antara Iran vs. Serdadu keroyokan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki hari ke-6, dan perang terbuka ini terus meningkat. Di berbagai pemberitaan, dikabarkan Iran terus melakukan serangan balasan besar, setelah diserang AS dan Israel, serta yang mensyahidkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Iran menembakkan gelombang baru rudal dan drone ke Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah, yang membuat para serdadu Israel dan AS stres. Banyak peti mati serdadu AS dikirim ke AS, tanpa penjelasan berapa jumlahnya. Iran juga menyerang atau menargetkan fasilitas militer AS di beberapa negara kawasan seperti Irak.

Di sisi lain, serdadu keroyokan Israel dan AS juga meningkatkan bombardir ke Iran melalui serangan udaranya, dan menghindari serangan darat. Sebuah mental para pengecut yang tak berani berhadap-hadapan secara langsung dengan pasukan Iran di darat. Karena hal itu akan menjadi sasaran empuk para tentara Iran yang sudah terlatih berperang di gurun selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad.

Serangan udara gabungan Israel dan AS menargetkan fasilitas militer, peluncur rudal, dan infrastruktur strategis di Iran. Walaupun kenyataannya ratusan orang yang terbunuh di Iran oleh serangan Israel dan AS ini, merupakan anak-anak atau siswa-siswi sekolah dasar.

Israel juga menyerang target Hezbollah di Lebanon, karena kelompok Hezbollah dianggapnya telah ikut menembakkan roket ke Israel.

Disini kita lihat, betapa Israel dan AS beraninya hanya menyerang, kalau tidak kelompok-kelompok kecil bersenjata jadul, ya menyerang orang-orang tua dan anak-anak yang tidak berdaya. Tidak gentle sama sekali bukan?

Beberapa negara Teluk dan kawasan lain juga terkena serangan drone atau rudal yang meluncur indah dan gagah dari gurun-gurun sunyi dan tersembunyi di Iran.

Serangan keroyokan serdadu AS dan Israel, mengakibatkan lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas di Iran (terbanyak korbannya, sekali lagi adalah anak-anak dan masyarakat sipil tak berdosa, bukan tentara Iran), sejak konflik dimulai.

Namun yang mengejutkan, Mahmud Amadinejad, mantan Presiden Iran yang sangat dicintai rakyat Iran karena kesederhanaan hidup dan keberaniannya, keluar dari rumahnya dan ikut melakukan acara pemakaman para korban yang mayoritas terdiri dari para siswa sekolah dasar. Padahal sebelumnya beberapa media Barat memberitakan Mahmud Ahmadinejad terbunuh, bersama Ali Khamenei di serangan pertama gabungan Israel dan AS terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026).

Puluhan korban juga terjadi di Lebanon, dan korbannya juga bukan tentara Lebanon, melainkan masyarakat sipil. Sedangkan jumlah korban di pihak AS dan Israel, pihak AS dan Israel tak pernah berani secara terbuka, terus terang mengabarkannya berapa jumlah korbannya.

Meskipun tiap malam kota-kota di Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di teluk selalu dihujani rudal oleh Iran, dan tak dapat ditangkal sepenuhnya oleh senjata penangkal rudal milik Israel, Iron Dome, Arrow 2 & 3, serta milik AS, Thaad dan Patriot.

Kenapa Israel dan AS tidak pernah berani secara terbuka, berterus terang soal jumlah korban di pihaknya? Karena bisa jadi hal itu akan dapat membuatnya malu dan akan berdampak pada reputasinya sebagai jagoan perang di dunia. Meskipun perangnya selalu dilakukannya secara licik, dan hanya nampak hebat dan mengesankan, penuh kehormatan di film-film produksi Hollywood.

Konflik Iran Vs. serdadu keroyokan Israel dan AS ini mulai berdampak ke ekonomi dunia dari minyak hingga perdagangan, dan berpotensi menyeret lebih banyak negara, tak terkecuali Indonesia yang juga terdampak khususnya untuk BBM, karena Indonesia masih banyak mengimpor minyak dari luar negeri.

Sejak konflik memanas, harga minyak dunia naik ke sekitar $80–83 per barel. Bahkan para analis memperkirakan bisa tembus $90–$100 per barel jika perang meluas. Penyebab utamanya karena gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz, jalur yang dilewati sekitar 20% minyak dunia.

Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari dari luar negeri, jadi kenaikan harga global langsung terasa. BBM non-subsidi di Indonesiapun sudah mulai naik.

Pertamax misalnya naik dari Rp.11.800 ke Rp.12.300/liter, pun demikian dengan jenis BBM lainnya, kecuali yang subsidi.

Pemerintah memastikan Pertalite dan Solar subsidi belum akan naik setidaknya sampai Lebaran. Namun kalau perang berlangsung lama, sementara presidennya hanya jago berjoget-joget ria bersama menterinya, kemungkinan besar subsidi jadi akan semakin membengkak dan pemerintah akan terpaksa menyesuaikan harga BBM.

Hal seperti itu akan mengakibatkan efek lanjutan, yakni APBN bisa terbebani.

Anggaran negara dihitung dengan harga minyak $70/barel, tapi sekarang sudah sekitar $78–80.

Ini akan mempengaruhi kenaikan Inflasi dan harga transportasi serta logistik. Sembilan kebutuhan pokok rakyat akan ikut naik karena BBM mahal.

Pemerintah akan terancam diNepalkan disaat rakyat nantinya mulai dilanda rasa frustasi karena berbagai kesulitan hidup yang membebaninya ! Sudahkah kita sebagai rakyat mempersiapkan, siapa pengganti presiden dan wakil presiden kita?!. Ungkap Saiful Huda Ems (SHE).

Redaksi Piter Siagian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *