http://Rajawali Times Tv. Com, Batu Bara, 26 Maret 2026 – Personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batubara melalui Unit Ekonomi melakukan pengecekan dan pemantauan menyeluruh terhadap 14 komoditas pangan esensial pada H-6 hari raya Idul Fitri 1447 H/2026. Kegiatan yang dilakukan pada hari Kamis (26/3) mulai pukul 10.00 WIB di Pasar Lima Puluh menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat.
Pengecekan yang dipimpin oleh IPTU Kriswanto, S.H., M.H., sebagai Kanit II Ekonomi Sat Reskrim, bersama dengan personil Unit Ekonomi Sat Reskrim, meliputi berbagai jenis komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang hari raya.
Satreskrim Polres Batu Bara juga merincikan harga 14 komoditas yang diperiksa menunjukkan kondisi stabil dan berada pada level normal, tanpa adanya indikasi kenaikan yang tidak wajar. Berikut rincian harga bahan pokok di Pasar Lima Puluh pada hari ini:
– Beras medium: Rp14.000 per kilogram
– Gula pasir: Rp18.500 per kilogram
– Minyak goreng curah: Rp19.000 per liter
– Minyakita: Rp15.500 per liter
– Daging sapi: Rp125.000 per kilogram
– Daging ayam broiler: Rp35.000 per kilogram
– Telur ayam: Rp38.000 per kilogram
– Tepung terigu: Rp12.000 per kilogram
– Kacang kedelai: Rp15.000 per kilogram
– Cabai merah: Rp35.000 per kilogram
– Bawang merah: Rp34.000 per kilogram
– Bawang putih: Rp35.000 per kilogram
– Jagung (pakan): Rp9.000 per kilogram
– Ubi/singkong: Rp3.500 per kilogram
“Seluruh harga yang kami catat hari ini berada pada level yang sama dengan beberapa hari terakhir. Tidak ada indikasi terjadinya kenaikan harga yang tidak wajar atau praktik kartel yang mungkin mengganggu ketersediaan pasokan,” jelas IPTU Kriswanto saat ditemui di lokasi.
Dalam pemantauan yang dilakukan, personil Sat Reskrim bekerja sama erat dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Kabupaten Batu Bara untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap terjaga. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menghindari terjadinya kekurangan stok atau kenaikan harga yang tidak masuk akal.
“Kami selalu melakukan koordinasi berkala dengan dinas terkait untuk memantau perkembangan pasokan dari produsen hingga ke tingkat pasar tradisional. Hal ini penting agar kita bisa mengantisipasi segala kemungkinan kendala yang mungkin muncul menjelang hari raya,” tambah IPTU Kriswanto.
Pihak pasar juga menyampaikan bahwa stok seluruh komoditas yang diperdagangkan masih sangat cukup dan siap memenuhi permintaan masyarakat hingga menjelang dan pasca hari raya. Beberapa pedagang yang ditemui menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan stok tambahan guna menghadapi lonjakan permintaan pada H-1 hingga hari raya.
IPTU Kriswanto menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan terhadap komoditas pangan tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran, tetapi akan terus berlanjut hingga pasca hari raya. Tujuan utamanya adalah memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
“Kita tidak hanya fokus pada periode menjelang Lebaran saja, tetapi juga memastikan bahwa setelah hari raya, ketersediaan bahan pokok tetap terjamin. Ini bagian dari upaya menjaga keamanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Lima Puluh terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya praktik yang mengganggu stabilitas harga atau ketersediaan pasokan. Dokumentasi lengkap dari hasil pemantauan telah dilaporkan kepada Kapolres Batubara dan akan menjadi dasar evaluasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang.
Sumber Kasihumas Polres Batu Bara












