http://Rajawali Times tv.com Lebak -Tokoh masyarakat Kecamatan Cilograng, Sudarya, S.AP, menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah proyek pembangunan cut and fill di Kampung Sinar resmi, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak Banten yang diduga dinilai tidak memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, Minggu (22/02/2026).
Dalam pernyataannya, Sudarya menegaskan bahwa pembangunan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
“Kami tidak menolak pembangunan. Namun, pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan hanya akan menimbulkan persoalan baru di masa depan, seperti banjir, pencemaran, dan kerusakan ekosistem,” ujar Sudarya.
Ia juga menyoroti beberapa dampak yang mulai dirasakan masyarakat, seperti berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya polusi udara, serta terganggunya Pagar pembatas Panel Beton RSUD Cilograng Menurutnya, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi publik.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah dan pihak pengembang untuk lebih terbuka terhadap aspirasi warga serta mematuhi regulasi yang berlaku.
“Pembangunan harus berlandaskan prinsip keberlanjutan. Jangan sampai generasi mendatang menanggung beban akibat keputusan hari ini pengendara roda dua dan empat akibat tanah yang terbawa air hujan ke jalan Nasional III,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh aktivis Lebak Rizwan Comrade, yang mengatakan bahwa proyek cut and fill perumahan tersebut bukan saja berdampak pada jalan yang licin akibat tanah yang terbawa air hujan hingga ke jalan, sebelumnya bahkan proses cut and fill juga merusak pagar pembatas RSUD Cilograng.
“Dampak dari cut and fill perumahan itu juga sebelumnya telah merusak pagar pembatas RSUD Cilograng, malah sekarang lingkungan kena dampak, jalan jadi licin dan berlumpur” kata Rizwan.
Hal ini bukti bahwa keberadaan proyek tersebut merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi para pengendara, apalagi pada kondisi hujan.
“Saya kira proyek tersebut harus dievaluasi karena dampak negatifnya lebih besar daripada dampak positif, kita tidak mau adanya perumahan namun keberadaan berdampak buruk bagi lingkungan” tegasnya.
Para aktivis dan tokoh masyarakat tersebut berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek Cut and fill yang sedang berjalan serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran aturan lingkungan.
Masyarakat pun didorong untuk aktif mengawasi dan menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan demi terciptanya pembangunan yang adil, berimbang, dan berkelanjutan.
*HKZ*












