DAERAHHUKRIMNEWS

Sering Kendaraan Hilang di Parkir Pasar Rangkasbitung, King Naga Desak Pemda Putus Kerja Sama Pengelola

7
×

Sering Kendaraan Hilang di Parkir Pasar Rangkasbitung, King Naga Desak Pemda Putus Kerja Sama Pengelola

Sebarkan artikel ini

http://Rajawali Times tv.com Lebam – Sorotan tajam kembali mengarah ke pengelolaan parkir di kawasan Pasar Rangkasbitung yang beralamat di Jl. Sunan Kalijaga No.160, Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314. Lokasi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu kembali diterpa kabar kehilangan kendaraan.

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026, sekitar pukul 06.30 WIB, saat aktivitas pasar mulai menggeliat oleh pedagang dan pembeli. Korban diketahui adalah seorang ibu yang tengah berbelanja kebutuhan rumah tangga di dalam pasar. Ia memarkirkan kendaraannya seperti biasa, mengambil tiket di pintu masuk, lalu masuk ke area pasar untuk berbelanja.

Namun saat kembali ke lokasi parkir, kendaraan jenis sepeda motor Honda Beat miliknya sudah tidak berada di tempat. Kepanikan pun tak terhindarkan. Ibu tersebut dilaporkan syok dan kebingungan, terlebih motor itu digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari keluarganya.

Sejumlah warga menyebut, kasus kehilangan kendaraan di lokasi tersebut bukanlah kejadian pertama. Bahkan, insiden yang terus berulang ini dinilai sebagai bukti lemahnya sistem pengamanan.

Ironisnya, sistem parkir di pintu masuk berjalan secara resmi. Setiap kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk diwajibkan mengambil tiket. Saat keluar, seluruh kendaraan tetap dikenakan biaya parkir sesuai ketentuan. Artinya, ada mekanisme pungutan yang jelas. Namun ketika kehilangan terjadi, pertanggungjawaban kerap menjadi tanda tanya.

“Masuk ambil tiket, keluar tetap bayar. Tapi kalau hilang, sering kali tidak ada kejelasan tanggung jawab,” ujar salah seorang saksi di lokasi.

Aktivis yang dikenal dengan sapaan King Naga menilai kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya dugaan kelalaian dalam pengelolaan parkir.

“Ini bukan hanya soal kendaraan hilang. Ini soal rasa aman masyarakat. Seorang ibu yang sedang belanja justru jadi korban. Kalau sudah ada tiket dan pungutan resmi, maka tanggung jawab tidak boleh dihindari,” tegasnya.

King Naga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan audit dan evaluasi total terhadap pengelolaan parkir di pasar tersebut. Ia bahkan meminta agar kerja sama dengan pihak pengelola diputus jika terbukti tidak mampu memberikan jaminan keamanan secara maksimal.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Jika keamanan di fasilitas umum tidak segera dibenahi, bukan hanya kendaraan yang hilang, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola parkir belum memberikan keterangan resmi.

Catatan Redaksi:

Redaksi memberikan ruang dan hak jawab kepada pihak pengelola parkir maupun instansi terkait untuk menyampaikan klarifikasi atau penjelasan resmi atas peristiwa ini. Hak jawab akan dimuat secara proporsional sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers yang berlaku.

Awak akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dan kejelasan tanggung jawab demi melindungi hak-hak masyarakat.

*HKZ*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *