NEWS

SUCOFINDO Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Muara Benting, Wujud Komitmen ESG dan Pembangunan Berkelanjutan

8
×

SUCOFINDO Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Muara Benting, Wujud Komitmen ESG dan Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

http://Rajawali Times Tv. Com, Jakarta – PT SUCOFINDO (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Komunitas Indonesia Hijau melaksanakan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Muara Benting.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus respons terhadap abrasi, degradasi ekosistem pesisir, serta dampak perubahan iklim.

Kepala Unit TJSL SUCOFINDO, Nuri Hidayat, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

“SUCOFINDO tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat peran masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan,” ujarnya.

Penanaman mangrove diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 12 Januari 2026 dengan Workshop Ekowisata Konservasi Lutung Jawa dan Workshop Pembuatan Makanan Berbahan Dasar Mangrove. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran konservasi keanekaragaman hayati serta mendorong pemanfaatan mangrove secara produktif untuk mendukung perekonomian lokal.

Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, perusahaan membangun dan memasang papan nama dermaga di depan Balai Desa Pantai Bahagia sebagai upaya memperkuat identitas kawasan sekaligus mendukung pengembangan potensi desa pesisir.

Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penanaman bibit mangrove jenis bakau dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat setempat. Proses penanaman menggunakan metode ajir dengan penopang bambu agar bibit dapat tumbuh lebih kokoh dan optimal.

Humas Komunitas Indonesia Hijau, Agustina Dwi Handayani, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap bencana lingkungan akibat penebangan liar dan degradasi hutan.
“Dengan slogan Satu pohon, satu kehidupan, mari kita jaga, kami berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pohon dalam menjaga keseimbangan alam,” tuturnya.

Nuri Hidayat menambahkan bahwa rangkaian program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada isu penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem laut, ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan.
Melalui kolaborasi multipihak, SUCOFINDO terus memperkuat komitmennya dalam menyelenggarakan berbagai inisiatif keberlanjutan demi terwujudnya lingkungan yang lestari dan masyarakat yang berdaya.
Reporter: Lili Judiarti

Chrdn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *