http://Rajawali Times Tv. Com, Tangerang Selatan — Hingga Senin malam, belum ada penjelasan resmi dari pihak pabrik terkait penyebab pasti peristiwa hujan abu yang terjadi di kawasan permukiman warga Ciater pada sore hari.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat setelah partikel abu terlihat menutupi jalanan, atap rumah, serta dedaunan di sekitar lingkungan permukiman. Kondisi udara sempat terasa pekat sebelum akhirnya hujan deras yang turun menjelang petang membantu membersihkan sebagian besar abu dari udara.
“Hujan memang membantu, udara kembali lebih jernih. Tapi sisa abu masih terlihat di sudut-sudut rumah dan halaman,” ujar salah satu warga setempat.
Jejak putih yang tertinggal di lingkungan warga menjadi bukti bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa biasa. Sejumlah warga mengaku khawatir akan dampak kesehatan serta potensi terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai sumber abu dan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan aktivitas produksi pabrik.
Warga berharap pihak pabrik segera memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat serta mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup untuk turun tangan melakukan pemeriksaan.
“Yang kami inginkan hanya kejelasan dan jaminan keselamatan. Kami tinggal berdampingan langsung dengan kawasan industri,” kata seorang warga.
Di Ciater, jarak antara aktivitas industri dan kehidupan warga hanya dibatasi oleh pagar yang sejengkal. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan serta komunikasi yang transparan antara pihak industri dan masyarakat sekitar.— Hingga Senin malam, belum ada penjelasan resmi dari pihak pabrik terkait penyebab pasti peristiwa hujan abu yang terjadi di kawasan permukiman warga Ciater pada sore hari.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat setelah partikel abu terlihat menutupi jalanan, atap rumah, serta dedaunan di sekitar lingkungan permukiman. Kondisi udara sempat terasa pekat sebelum akhirnya hujan deras yang turun menjelang petang membantu membersihkan sebagian besar abu dari udara.
“Hujan memang membantu, udara kembali lebih jernih. Tapi sisa abu masih terlihat di sudut-sudut rumah dan halaman,” ujar salah satu warga setempat.
Jejak putih yang tertinggal di lingkungan warga menjadi bukti bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa biasa. Sejumlah warga mengaku khawatir akan dampak kesehatan serta potensi terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai sumber abu dan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan aktivitas produksi pabrik.
Warga berharap pihak pabrik segera memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat serta mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup untuk turun tangan melakukan pemeriksaan.
“Yang kami inginkan hanya kejelasan dan jaminan keselamatan. Kami tinggal berdampingan langsung dengan kawasan industri,” kata seorang warga.
Di Ciater, jarak antara aktivitas industri dan kehidupan warga hanya dibatasi oleh pagar yang sejengkal.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan serta komunikasi yang transparan antara pihak industri dan masyarakat sekitar.
Chrdn












