http://Rajawali Times tv.com Kabupaten Bekasi – Ratusan warga Perumahan Villa Kencana Cikarang, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor developer Arrayan pada Minggu (22/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas persoalan banjir yang dinilai tak kunjung terselesaikan.
Dalam aksi tersebut, warga dari sejumlah blok terdampak seperti Blok EE, CC, GG, FF, OO, BB, P, dan L menyuarakan tuntutan agar pihak pengembang segera mengambil langkah konkret dalam menangani sistem drainase dan aliran air yang masuk ke kawasan perumahan.
Salah satu warga Blok L, Dovie (35), menyampaikan langsung keluhannya kepada wartawan. Ia berharap adanya perbaikan infrastruktur saluran air yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang.
“Saya Dovie, harapan saya mudah-mudahan gorong-gorong yang ada di Hanifah Cell bisa diganti dengan gorong-gorong besar. Selain itu, sumber aliran air dari perumahan BSD menuju Villa Kencana Cikarang bisa ditutup, sehingga Villa Kencana ini bukan jadi rumah terminal air. Kami ingin lingkungan yang bersih, ekonomi yang baik, dan bebas banjir,” ujarnya.
Dovi juga mengungkapkan kerugian materiil yang dialaminya akibat banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
“Mesin cuci mati, lemari hancur, tembok rusak, kipas rusak. Walaupun kulkas sempat terendam, alhamdulillah masih bisa selamat,” jelasnya.
Ia menambahkan, banjir besar sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2023 dan berlangsung selama sembilan hari. Sementara pada tahun 2026 ini, banjir bahkan berlangsung hingga 14 hari.
“Banjir 2023 itu sembilan hari. Tahun 2026 ini sampai 14 hari,” ungkapnya.
Warga menilai, perumahan mereka kerap menjadi titik tampungan air dari wilayah sekitar, sehingga saat curah hujan tinggi, air dengan cepat meluap dan menggenangi rumah-rumah warga selama berhari-hari.
Melalui aksi tersebut, warga berharap pihak developer segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, memperbesar kapasitas gorong-gorong, serta menata ulang aliran air agar tidak lagi menjadikan Villa Kencana Cikarang sebagai titik akhir aliran air dari kawasan lain.
Koresponden: Haris Pranatha












