Beranda / Trending / Gubernur Banten Buka Popda XII dan Peparpeda IX Tahun 2026. Bakat Aja Tidak Cukup, Perlu Komitmen Semangat dan Optimisme Perjuangan Untuk Raih Prestasi.

Gubernur Banten Buka Popda XII dan Peparpeda IX Tahun 2026. Bakat Aja Tidak Cukup, Perlu Komitmen Semangat dan Optimisme Perjuangan Untuk Raih Prestasi.

http://Rajawali Times tv.com Reporter Rajawali Times tv Denilo Lefrando mengabarkan dari Cilegon Banten, Gubernur Banten Andra Soni secara resmi membuka Popda dan Peparpeda tahun 2026, seremoni pembukaan pekan olahraga pelajar tingkat daerah berlangsung hari ini di stadion geger Cilegon.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Provinsi banten dan walikota serta bupati dan jajajaran Forkopimda kota dan kabupaten se-Banten. Popda XII Tahun 2026 dan Peparpeda ke IX Tahun 2026 mulai pada tanggal 11 hingga 17 Juni 2026 di Kota Cilegon.

Sebagai informasi tuan rumah dan penyelenggara Adalah Kota Cilegon, dan juga  beberapa cabang olahraga telah lebih dahulu memulai pertandingan sejak 10 Juni 2026, yakni cabang olahraga basket dan sepak bola.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kontingen yang mengikuti ajang dua tahunan tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi keabsahan peserta, tercatat sebanyak 2.429 atlet, 410 pelatih, dan 161 official dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Banten ambil bagian. Dengan demikian, total peserta yang terlibat mencapai 3.000 orang.

Semangat sportivitas dan persatuan pelajar Banten bergema di Kota Cilegon saat pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting dalam upaya mencetak atlet-atlet muda berprestasi yang akan mengharumkan nama Provinsi Banten di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten selaku Steering Committee POPDA XII menyampaikan laporan panitia penyelenggara yang menegaskan bahwa penyelenggaraan POPDA bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan bagian dari proses pembinaan olahraga pelajar yang berkelanjutan.

Dalam laporannya disampaikan bahwa penyelenggaraan POPDA XII Provinsi Banten Tahun 2026 memiliki beberapa maksud utama, yakni mendukung peningkatan pembinaan prestasi olahraga pelajar di Provinsi Banten, mempersiapkan calon atlet terbaik menjadi andalan daerah, menjadi sarana evaluasi pembinaan olahraga pelajar, serta mempererat persatuan dan kesatuan antar pelajar se-Provinsi Banten.

“POPDA merupakan wadah strategis untuk mengukur hasil pembinaan olahraga pelajar sekaligus mencari bibit-bibit atlet potensial yang nantinya akan dipersiapkan mewakili Provinsi Banten pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVIII Tahun 2027 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Kepala Dispora Banten.

Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan dalam POPDA XII, meliputi atletik, tenis meja, tenis lapangan, tinju, voli pasir, voli indoor, pencak silat, sepak takraw, panahan, bulutangkis, menembak, senam, panjat tebing, sepak bola, basket, taekwondo, hockey, karate, renang, judo, gulat, catur, dayung, angkat besi, kempo, dan wushu.

Pada ajang ini, para atlet akan memperebutkan total 1.096 medali yang terdiri dari 320 medali emas, 320 medali perak, dan 456 medali perunggu.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pertandingan, panitia menyiapkan 20 venue yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kota Cilegon. Venue tersebut antara lain Stadion Geger Cilegon, Stadion 5 Oktober, Lapangan Bona Karta, Lapangan Disporapar TCI, Lapangan Tenis Krakatau Steel, sejumlah gelanggang olahraga baik di pusat perbelanjaan, aula pemerintahan, hingga fasilitas olahraga milik TNI.

Penyelenggaraan POPDA XII dan Peparpeda IX juga didukung oleh 718 petugas pertandingan yang terdiri dari technical delegate, ketua pertandingan, dewan hakim, wasit dan juri, serta petugas teknis lainnya yang bertugas memastikan seluruh pertandingan berjalan profesional, objektif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten mengajak seluruh peserta untuk menjadikan POPDA XII sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

“Melalui POPDA XII Tahun 2026 ini, dihaharapkan lahir atlet-atlet muda berbakat yang kelak menjadi kebanggaan Provinsi Banten di tingkat nasional bahkan internasional. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persatuan dan persaudaraan antar pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten,”ujar kadis.

Hal Senada disampaikan oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan semangat sportifitas dan semangat berkompetisi yang ditunjukkan oleh seluruh atlet pelajar daerah Banten, yang merupakan energi positif dan mencerminkan Optimisme prestasi.

Ia menegaskan jadikan kompetisi ini menjadi ajang yang sehat dan berprestasi, dan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi atlet masa depan yang siap mengharumkan nama Banten pada POPNAS XVIII Tahun yang akan datang.

Andra Soni Juga mengapresiasi peningkatan prestasi yang di torehkan oleh Atlet Atlet Banten, dan sekaligus meminta kepada walikota dan Bupati serta stakeholder untuk terus mendukung pembinaan atlet atlet didaerah.

Selain itu, dalam mencetak prestasi Andra Soni mengingatkan bahwa bakat aja tidak cukup perlu komitmen dari dalam diri sendiri, ajang ini bukan sekedar untuk meraih medali tetapi harus dapat mencetak atlet atlet baru hingga nantinya berprestasi diajang yang lain.

Tak hanya itu, Andra meminta kepada pelatih dan official untuk dapat membina dan melatih dengan disiplin atlet untuk dapat meraih prestasi, pembinaan atlet ini harus berkesinambungan dan melakukan kompetisi berkelanjutan. Dirinya optimis diajang berikut nya dapat berprestasi dengan memperkuat pembinaan terencana inklusif berdaya saing dengan pasilitas prasana atlet, sehingga mereka aman dalam berlatih.

Prestasi Atlet tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi dari pelatih, orang tua stakeholder dan pendamping.hingga bisa mencetak prestasi yang membanggakan baik di kancah nasional maupun internasional. Olahraga adalah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah.” Tandasnya.

Redaksi Piter Siagian.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *